
Berperang, terkadang tidak perlu menggunakan senjata. Justru hanya dengan niat baik yang tulus, keberanian, serta tekad yang kuat, seseorang akan mendapatkan kemenangan yang lebih dari sekadar menang perang.
Hal ini tercermin dalam Film yang diangkat dari kisah nyata, Escape from Huang Shi. Diawali dengan kisah seorang jurnalis muda asal Inggris, George Hogg (Jonathan Rhys Meyers) yang tertangkap oleh tentara Jepang ketika ia sedang meliput perang sipil Cina melawan Jepang dalam Perang Dunia II.
Sebelum eksekusi, Hogg diselamatkan oleh pemimpin gerilya aliran Komunis, Chen Hansheng (Chow Yun Fat). Ia pun dibawa Chen alias Jack ke barak dan dirawat oleh perawat Australia bernama Lee Pearson (Radha Mitchell). Untuk memperbaiki kemampuan bahasa mandarin Hogg yang kurang bagus, Lee meminta Chen untuk menempatkan Hogg di sebuah daerah bernama Huang Shi.
Setibanya di sana, Hogg baru menyadari kalau tempat itu adalah panti asuhan kumuh dengan puluhan anak kecil. Adapun Lee, di balik rutinitasnya sebagai perawat, ternyata juga kerap berkeliling daerah terpencil untuk memberi bantuan beras dan obat-obatan, salah satu tempat yang didatanginya adalah bangunan bekas sekolah tersebut.
Lee bermaksud meminta Hogg menjadi penjaga anak-anak itu. Mengetahui hal itu, Hogg pun menolak dan berniat pergi. Namun, rencana itu batal, karena Hogg ternyata sudah jatuh hati dengan kepolosan anak-anak tersebut. Ia pun mengajari mereka banyak hal, seperti bahasa Inggris dan cara berkebun. Hasilnya ia tukarkan dengan kebutuhan sehari-hari yang diperoleh dari seorang janda kaya, Mrs. Wang (Michelle Yeoh).
Ketika tentara Jepang sudah mulai mendekati tempat tinggal mereka, Hogg pun membawa 60 anak-anak ini mengungsi ke daerah yang lebih aman. Lee, Chen dan Hogg pun memulai perjalanan melewati pegunungan bersalju dan padang gurun sejauh hampir seribu mil.
Dengan keteguhan hati yang luar biasa, Hogg mampu menyelamatkan anak-anak ini. Tapi, tak lama mereka tiba disana, Hogg terserang tetanus dan meninggal.
Jonathan Rhys Meyers cukup pantas berperan sebagai tokoh utama, penampilannya yang mempesona serta aktingnya yang menonjol meninggalkan kesan yang dalam pada film ini. Begitu pula acting Chow Yun Fat dan Michelle Yeoh yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Berbeda dengan Radha Mitchell yang terkenal lewat Silent Hill (2006), tidak menunjukkan akting yang maksimal.
Beredar di AS dengan judul The Children of Huang Shi, film ini sungguh mengharukan. Kekejaman perang dengan pembunuhan dan penyiksaan yang membabi buta serta anak-anak yang terlantar, menyisakan kutukan atas terjadinya perang. Di akhir film, penonton akan dapat menyaksikan testimoni beberapa orang tua yang sewaktu kecil pernah diselamatkan oleh Hogg.
Secara keseluruhan, film ini memang sangat berciri khas Spottiswoode, banyak dialog ketimbang aksinya. Bagi beberapa orang jenis film ini mungkin terasa membosankan. Namun, pencinta drama sejati sudah pasti akan menyukai film ini.(E2)
Judul Film: Escape from Huang Shi
Jenis Film / Rating: Drama / Remaja
Pemain: Jonathan Rhys Meyers, Chow Yun Fat, Radha Mithcell, Michelle yeoh
Sutradara: Roger Spottiswoode
Penulis Naskah: Jane Hawksley dan James MacManus
Produser (Produksi): Lillian Birnbaum dan Taylor Thomson (Bluewater Pictures)








SATU lagi film layar lebar dengan genre komedi dibumbui adegan seks. M.B.A. (Married By Accident) produksi Multi Vision Plus. Film yang disutradarai Winaldha E Melalota ini menghadirkan artis-artis belia seperti Nikita Willy (Ole) dan Marcel Darwin (Raskal). Mereka dituntut menghadirkan sosok Ole dan Raskal yang gagap soal seks.

Pekerjaan yang tampaknya nggak ada dI daftar cita-cita seorang anak muda adalah menjadi pembunuh bayaran. Meski nggak bisa kita pungkiri kalo profesi ini ada di sekitar kita dan kita nggak bisa tutup mata.
Pekerjaan yang seharusnya berlangsung dengan cepat ini ternyata nggak berjalan semulus itu. Target nggak bisa langsung dihabiskan, sehingga Joe harus sedikit menunggu. Nah, dalam masa penantian eksekusi ini, hubungan Joe dengan Kong berkembang bak partner lama. Joe berperan sebagai instruktur yang selalu siap membimbing Kong dalam menjalankan tugas dengan baik.
